Rumput Brachiara Ruziziensis
Lengkap sudah seri kedelapan dari koleksi data hijauan Anda, Pak Farouk. Hadirnya Rumput Ruzi (Brachiaria ruziziensis) memberikan opsi menarik bagi sistem budidaya potong (cut and carry) karena kualitas nutrisinya yang di atas rata-rata keluarga Brachiaria lainnya.
Berikut adalah draf artikel kedelapan untuk melengkapi ensiklopedia pakan di BPTU-HPT Padang Mengatas:
Rumput Ruzi: Hijauan Berkualitas Tinggi dari Jantung Afrika
Padang Mengatas – Dalam upaya meningkatkan kualitas pakan ternak, pemilihan varietas yang memiliki keseimbangan antara produksi dan kandungan nutrisi sangatlah penting. Rumput Ruzi (Brachiaria ruziziensis), yang berasal dari wilayah Kongo dan Kenya, kini menjadi salah satu primadona di Asia Tenggara berkat profil nutrisinya yang impresif dan kemampuannya membentuk hamparan rimbun yang produktif.
Karakteristik Fisik: Hamparan Berwarna Ungu yang Rimbun
Rumput Ruzi memiliki habitus tumbuh yang unik, di mana ia dapat tumbuh tegak (vertikal) sekaligus menjalar (horizontal) melalui stolon. Dengan ketinggian 60–120 cm, rumput ini mudah dikenali dari:
-
Batang: Beruas pendek dengan warna merah tua keunguan yang khas.
-
Daun: Lebar (10–15 mm) dan berbulu halus, memberikan tekstur yang lembut bagi ternak.
-
Akar Stolon: Pada setiap buku stolonnya dapat tumbuh akar baru, memungkinkan rumput ini menutupi lahan dengan cepat.
Analisis Nutrisi: Keunggulan di Kelas Brachiaria
Dibandingkan dengan saudaranya, Brachiaria humidicola, Rumput Ruzi menawarkan kualitas nutrisi yang lebih tinggi, mendekati standar rumput gajah unggul:
-
Protein Kasar (PK): Mencapai 13,5%, angka yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan bobot badan ternak.
-
Serat Kasar: 31,7%, memberikan keseimbangan serat yang pas untuk pencernaan ruminansia.
-
Kandungan Mineral: Kaya akan Kalsium (0,6%) dan Fosfor (0,21%) yang penting untuk kesehatan tulang dan metabolisme ternak.
Kondisi Lingkungan dan Budidaya
Rumput Ruzi adalah tanaman yang fleksibel namun memiliki preferensi spesifik untuk hasil optimal:
-
Drainase adalah Kunci: Dapat tumbuh di berbagai jenis tanah asalkan memiliki sistem pembuangan air (drainase) yang sempurna. Ruzi tidak menyukai kondisi tanah yang tergenang.
-
Ketinggian: Adaptif dari dataran rendah hingga ketinggian di atas 1.000 mdpl.
-
Metode Perbanyakan: Sangat mudah dikembangkan melalui stek batang maupun pols (pemisahan rumpun) dengan jarak tanam rapat (30x30 cm atau 40x40 cm) untuk hasil hamparan yang maksimal.
Manajemen Pemanenan dan Kelemahan Teknis
Penting bagi peternak untuk memahami bahwa Rumput Ruzi memiliki sistem perakaran yang luas namun dangkal. Hal ini membuatnya kurang tahan terhadap injakan kaki ternak yang berat atau renggutan langsung yang terlalu kuat. Oleh karena itu:
-
Sistem Potong (Cut & Carry): Sangat disarankan daripada sistem gembala langsung.
-
Interval Panen: Lakukan pemotongan setiap 40 hari di musim hujan dan 60 hari di musim kemarau untuk menjaga kualitas protein tetap stabil di angka 13%.