Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Halo! Selamat datang di layanan informasi BPTU HPT Padang Mengatas. πŸ‘‹
Logo

Mineral Block

31/03/2026 13:42:54 Admin Satker 14

Pentingnya Suplementasi Mineral: Kunci Vitalitas dan Keberhasilan Reproduksi Ternak Unggul

Padang Mengatas – Dalam upaya mencetak bibit ternak berkualitas, asupan energi dari rumput dan protein dari legum saja tidaklah cukup. Mineral memegang peranan "kecil namun mematikan" dalam metabolisme. Defisiensi atau kekurangan mineral seringkali menjadi "pembunuh senyap" yang menurunkan produktivitas tanpa gejala klinis yang mencolok pada awalnya.

Mengapa Mineral Sangat Penting?

Mineral terlibat dalam hampir setiap proses biokimia di dalam tubuh sapi, mulai dari pembentukan tulang, kerja saraf, hingga fungsi sistem kekebalan tubuh. Suplementasi mineral yang tepat adalah solusi efektif untuk:

  1. Mencegah Defisiensi (Kekurangan) Mineral: Banyak lahan pakan di Indonesia kekurangan unsur mikro seperti Selenium (Se), Tembaga (Cu), atau Seng (Zn). Suplementasi memastikan ternak tidak mengalami gangguan pertumbuhan atau kekerdilan.

  2. Meningkatkan Kesehatan dan Imunitas: Ternak dengan kecukupan mineral memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap serangan penyakit dan parasit, serta mempercepat proses pemulihan (recovery).

  3. Optimalisasi Fungsi Reproduksi: Ini adalah poin paling krusial di balai pembibitan. Kecukupan mineral (khususnya Fosfor, kalsium, dan vitamin E) sangat menentukan:

    • Siklus estrus (berahi) yang teratur.

    • Tingkat keberhasilan konsepsi (kebuntingan).

    • Mencegah kasus retensi plasenta (ari-ari tidak keluar) pasca melahirkan.

Jenis Mineral yang Dibutuhkan

  • Makro Mineral: Kalsium (Ca), Fosfor (P), Magnesium (Mg), Kalium (K), Natrium (Na), Klorin (Cl), dan Sulfur (S). Penting untuk struktur tubuh dan keseimbangan cairan.

  • Mikro Mineral: Besi (Fe), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Mangan (Mn), Kobalt (Co), Iodium (I), dan Selenium (Se). Penting untuk fungsi enzim dan hormon reproduksi.

Penerapan dalam Sistem Sijawi

Melalui pendekatan teknologi di BPTU-HPT Padang Mengatas, pencegahan defisiensi mineral dapat dilakukan melalui beberapa metode:

  • Mineral Block (Jilat): Menyediakan blok mineral di kandang atau padang penggembalaan agar ternak dapat mengonsumsinya sesuai kebutuhan (ad libitum).

  • Premiks dalam Pakan: Mencampurkan mineral ke dalam konsentrat atau silase secara terukur.

  • Injeksi: Pemberian mineral secara langsung melalui suntikan untuk kasus defisiensi akut atau persiapan masa kawin.

Kesimpulan

Upaya pencegahan melalui suplementasi mineral bukan sekadar biaya tambahan, melainkan investasi untuk menjaga aset berharga kita—yakni kesehatan dan produktivitas ternak. Dengan mineral yang seimbang, sapi-sapi di Padang Mengatas akan tumbuh lebih kuat, lebih subur, dan menghasilkan keturunan unggul yang berkelanjutan.

Youtube TikTok Facebook Whatapps