Live di RRI Pro 1 Padang 95,9 FM Kepala BPTU HPT Padang Mengatas Bahas Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan Melalui Penguatan Peternakan
Hallo Sobat Patas 👋
Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, S.Pt., M.P., bersama Ketua Tim Kerja Pelayanan Teknis drh. Fatri Alhadi, M.Pt menjadi narasumber dalam program dialog Padang Menyapa yang diselenggarakan RRI Pro 1 Padang 95,9 FM pada Sabtu (1/8/2026). Mengangkat tema “Mewujudkan Swasembada Pangan Melalui Penguatan Peternakan”, dialog ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah daerah dan unsur akademisi yakni Dr. Ir. Sukarli, S.Pt., M.Si., IPU (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat), Dr. Nurhayati, S.Pt., M.M. (Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas) serta dipandu oleh presenter RRI, Tito Oktri.
Dalam dialog tersebut, para narasumber menegaskan bahwa penguatan peternakan rakyat harus dilakukan melalui kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Optimalisasi peternakan rakyat tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi ternak, tetapi juga membutuhkan dukungan pembiayaan, penyediaan fasilitas, penguatan kelembagaan, dan akses terhadap teknologi.
Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, menjelaskan bahwa BPTU-HPT Padang Mengatas terus mendorong pengembangan sapi lokal, khususnya Sapi Pesisir, sebagai salah satu sumber daya genetik ternak unggulan Indonesia. Setiap tahun, BPTU-HPT Padang Mengatas memproduksi sekitar 200 ekor bibit sapi lokal, dan pengembangannya diarahkan pada daerah asal sapi tersebut agar dapat membentuk sentra-sentra pembibitan baru.
Menurut beliau, Sapi Pesisir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sistem integrasi sapi dan perkebunan kelapa sawit, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus produktivitas lahan. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah pola pikir sebagian peternak yang masih memandang sapi potong sebagai aset atau livestock, sehingga diperlukan upaya edukasi dan promosi yang lebih intensif untuk memperkenalkan keunggulan Sapi Pesisir sebagai komoditas unggulan daerah.